Lion City Sailors memenangi lima laga terakhirnya di dua kompetisi, dan hanya kebobolan satu gol
Lion City Sailors memenangi lima laga terakhirnya di dua kompetisi, dan hanya kebobolan satu gol
Antara 11 dan 29 Oktober 2026, Lion City Sailors memainkan lima laga di Singapore Premier League (SPL) dan AFC Champions League Two (ACL Two), dan memenangi semuanya. Hasilnya terlihat meyakinkan, tetapi kami ingin tahu apa yang ada di baliknya: seberapa jauh mereka mendominasi tembakan, seberapa jarang lawan mendekati gawang mereka, di area mana mereka menghabiskan waktu, dan bagaimana rencana mereka berubah saat bertandang ke Adelaide. Semua angka berasal dari data event SPL dan ACL Two 26/27 hingga 29 Oktober 2026. Geser untuk melihat ceritanya, dan baca terus untuk metode di balik setiap grafik.
Lima laga, lima kemenangan: 17 gol dicetak, hanya satu kebobolan
Sailors menang 6–1 atas Young Lions (kandang), 1–0 di Tai Po (tandang, ACL Two), 2–0 di FC Jurong (tandang), 6–0 atas Tanjong Pagar United (kandang), dan 2–0 di Adelaide United (tandang, ACL Two). Totalnya 17 gol memasukkan dan 1 kebobolan. Satu-satunya gol lawan datang dari tembakan jarak jauh Toi Kagami di menit ke-10 laga melawan Young Lions, peluang dengan expected goals (xG) hanya 0,06, atau sekitar 6 dari 100 tembakan serupa yang menjadi gol. Tiga dari lima kemenangan itu diraih di kandang lawan.
Sailors melepaskan lebih banyak tembakan daripada lawannya di setiap laga, 103 lawan 40 secara total
Ini bukan soal rata-rata: di kelima laga, Sailors menembak lebih banyak daripada lawan. Selisihnya 27–9 melawan Young Lions, 17–8 di Tai Po, 13–4 di Jurong, 21–3 melawan Tanjong Pagar, dan 25–16 di Adelaide. Totalnya 103 tembakan lawan 40, atau rata-rata 20,6 per laga, sementara rata-rata tim lain di kedua kompetisi sekitar 13. Yang tepat sasaran pun timpang: 37 untuk Sailors, 12 untuk lawan.
Lawan hanya menghabiskan 8–19% waktunya di sepertiga akhir Sailors, di bawah rata-rata 21,9%
Kami mengukur seberapa dekat lawan ke gawang Sailors dengan porsi titik heatmap lawan yang berada di sepertiga akhir lapangan Sailors. Heatmap adalah kumpulan titik lokasi para pemain saat terlibat dengan bola. Angkanya 14,7% untuk Young Lions, 14,4% untuk Tai Po, 18,5% untuk Jurong, 8,0% untuk Tanjong Pagar, dan 16,0% untuk Adelaide. Rata-rata semua tim lain di SPL dan ACL Two musim ini adalah 21,9%. Tidak ada satu pun lawan yang mencapai rata-rata itu.
Heatmap lima laga menunjukkan Sailors berkemah tepat di depan kotak penalti lawan
Heatmap gabungan lima laga (diperhalus dengan metode yang sama seperti dasbor kami) memperlihatkan konsentrasi kuat di sepertiga akhir lapangan lawan, terutama di area di luar kotak penalti: sisi-sisi kotak dan zona tepat di depannya. Area merah di grafik adalah zona itu, yaitu sepertiga akhir lapangan dikurangi kotak penalti. 29% dari semua titik heatmap Sailors jatuh di sana.
Hampir sepertiga waktu Sailors dihabiskan di area itu, sementara rata-rata tim hanya sekitar seperlima
Angka 29,0% Sailors di sepertiga akhir di luar kotak jauh di atas rata-rata tim lain di SPL (21,1%) dan ACL Two (17,7%). Di dalam kotak penalti pun mereka lebih sering hadir: 5,7% berbanding 3,4% (SPL) dan 3,3% (ACL Two). Perlu dicatat, angka ini mengukur di mana pemain menyentuh dan memainkan bola, bukan penguasaan bola dalam menit; sebuah tim bisa sering berada di area ini lewat umpan silang, rebutan bola kedua, atau tekanan setelah kehilangan bola.
Meski berkemah di luar kotak, tujuh dari sepuluh tembakan Sailors dilepaskan dari dalam kotak
Kalau sebuah tim sering berada di luar kotak, wajar menduga mereka banyak menembak dari jauh. Sailors justru sebaliknya: 72 dari 103 tembakan (70%) diambil dari dalam kotak penalti. Rata-rata tim lain 59% di SPL dan 55% di ACL Two. Artinya, waktu di depan kotak dipakai untuk menyiapkan peluang yang lebih dekat, bukan untuk menembak begitu ada ruang.
Di Adelaide, rencana berubah: Sailors hanya punya 41% umpan dan mengirim satu dari lima umpan secara panjang
Di empat laga lain, Sailors memegang 52–72% dari total umpan di laga. Di Adelaide, porsinya turun ke 41%: tuan rumah dibiarkan lebih banyak memegang bola. Pada saat yang sama, 20,0% umpan Sailors dikirim panjang, jauh di atas laga-laga lain mereka (2,5–13,7%) dan juga di atas Adelaide sendiri (13,9%) di laga yang sama. Perubahan ini khusus terlihat di Adelaide; di Tai Po, laga ACL Two lainnya, Sailors justru memegang 69% umpan dan lebih jarang bermain panjang daripada lawannya.
Meski menyerahkan bola, Sailors tetap unggul tembakan di Adelaide, 25 lawan 16
Bermain lebih langsung tidak membuat Sailors kehilangan ancaman. Mereka melepaskan 25 tembakan berbanding 16 milik Adelaide, dengan 8 tepat sasaran berbanding 5. Inilah laga dengan tembakan lawan terbanyak di rangkaian ini, sekaligus satu-satunya laga di mana Sailors kalah dalam porsi umpan, tetapi mereka tetap menang 2–0 tanpa kebobolan. Karena ACL Two tidak memiliki data xG, perbandingan di sini memakai jumlah tembakan.
Menit ke-90 di Adelaide: empat pemain membawa bola dari kotak sendiri ke gawang lawan
Gol kedua di Adelaide merangkum rencana itu. Hugo Gomes memotong bola di dalam kotak penalti Sailors sendiri, Giovanni Haag langsung mengirim umpan jauh ke depan, Matthias Phaëton membawa bola lalu mengumpan ke dalam kotak, dan Lennart Thy menyelesaikannya. Empat pemain, dari satu ujung lapangan ke ujung lainnya. Urutan aksi ini berasal dari data build-up gol; data ini tidak mencatat durasi serangan dalam detik.
Berkemah di depan kotak, tutup pintu, dan serang saat ruang terbuka
Lima laga ini memperlihatkan pola yang konsisten: Sailors menghabiskan banyak waktu tepat di depan kotak lawan, mengubah waktu itu menjadi tembakan dari jarak dekat, dan membuat lawan hampir tidak pernah sampai ke depan gawang mereka. Saat lawan lebih kuat memegang bola, seperti Adelaide, mereka bisa beralih ke permainan yang lebih langsung tanpa kehilangan kendali atas tembakan. Lima dari lima, dengan satu gol kebobolan.
Metode: dari mana angka-angka ini berasal
Data: event data Singapore Premier League dan AFC Champions League Two 26/27, lima laga Lion City Sailors antara 11 dan 29 Oktober 2026; skor selalu dibaca dari sisi Sailors. Tembakan dan tembakan tepat sasaran dari statistik tim per laga; lokasi tembakan (di dalam atau di luar kotak) dari data tembakan. Zona lapangan dihitung dari titik heatmap pemain pada lapangan 120×80: sepertiga akhir = 40 meter-unit terakhir, kotak penalti = 18 unit terakhir di lebar tengah 44 unit. Rata-rata = semua tim lain di SPL dan ACL Two 26/27 (Lion City Sailors dikeluarkan). Umpan panjang = porsi umpan panjang dari total umpan tim di laga itu; karena cara mencatat umpan panjang bisa berbeda antar kompetisi, kami juga membandingkannya dengan lawan di laga yang sama. Ini hanya lima laga, jadi baca semua angka di sini sebagai potret rangkaian ini, bukan penilaian satu musim. MidBlock. Making football understandable.