All writing
Player ProfileOctober 27, 20266 min read

Ciro Alves: Baru 133 Menit di Java United, Tapi Setiap Gol Java Saat Ia di Lapangan Lewat Kakinya

Ciro Alves baru tiga kali tampil untuk Java United di Super League 2026/27: dua kali dari bangku cadangan dan satu kali sebagai starter, total 133 menit. Dalam waktu sesingkat itu, winger Brasil berusia 37 tahun ini sudah terlibat langsung di setiap gol Java selama ia berada di lapangan. Di tulisan ini kami membedah dampaknya: kontribusi gol, seberapa cepat ia berpengaruh setelah masuk, di mana ia bermain, dan bagaimana Java menyerang saat ia ada di lapangan. Semua angka berasal dari data event pertandingan Super League 26/27 hingga 24 Oktober 2026. Geser untuk melihat ceritanya, dan baca terus untuk metode di balik setiap grafik.

Tiga laga, 133 menit, dan Java United sudah menyerang dengan cara berbeda

Tiga laga, 133 menit, dan Java United sudah menyerang dengan cara berbeda

Ciro Alves baru tiga kali tampil untuk Java United di Super League 2026/27: dua kali dari bangku cadangan dan satu kali sebagai starter, total 133 menit. Dalam waktu sesingkat itu, winger Brasil berusia 37 tahun ini sudah terlibat langsung di setiap gol Java selama ia berada di lapangan. Di tulisan ini kami membedah dampaknya: kontribusi gol, seberapa cepat ia berpengaruh setelah masuk, di mana ia bermain, dan bagaimana Java menyerang saat ia ada di lapangan. Semua angka berasal dari data event pertandingan Super League 26/27 hingga 24 Oktober 2026. Geser untuk melihat ceritanya, dan baca terus untuk metode di balik setiap grafik.

Dalam 133 menit, Ciro mencetak 1 gol dan 3 assist

Menitnya terbagi menjadi 18 menit melawan Bali United di pekan 5 (masuk di menit 72), 25 menit di kandang Kalteng di pekan 6 (masuk di menit 65), dan 90 menit penuh di kandang Persijap di pekan 7, laga starter pertamanya. Hasilnya 1 gol dan 3 assist, atau 4 kontribusi gol dalam 133 menit. Ia sendiri melepaskan 5 tembakan dengan total expected goals (xG, peluang sebuah tembakan menjadi gol berdasarkan posisi dan situasinya) sebesar 1,21. Sebagai pembanding, musim lalu bersama Malut United ia mencetak 11 gol dan 2 assist dalam 2.566 menit. Tiga laga tentu sampel yang kecil, tapi awal seperti ini jarang terjadi.

Keempat gol Java saat Ciro di lapangan melibatkan dirinya

Grafik ini menampilkan ketiga laga Ciro sebagai garis waktu 90 menit. Garis tebal adalah menit ia berada di lapangan. Selama menit-menit itu Java mencetak 4 gol, dan keempatnya lahir dari Ciro: assist untuk Gustavo (77') dan Kei Hirose (90') melawan Bali, assist untuk Gustavo (68') di Kalteng, dan golnya sendiri di Persijap (27'). Satu-satunya gol Java lain di laga-laga ini, gol Riyan Ardiansyah di menit 13 melawan Bali, terjadi sebelum ia masuk. Di periode yang sama Java kebobolan 2 gol, jadi selisihnya +2 dalam 133 menit.

Dua kali dari bangku cadangan, ia memberi assist dalam lima menit

Pengaruhnya terasa cepat. Melawan Bali, ia masuk di menit 72 saat skor 1–1, dan lima menit kemudian assist-nya membawa Java unggul 2–1. Ia menambah assist kedua di menit 90 untuk 3–1, sebelum Bali memperkecil menjadi 3–2. Di kandang Kalteng, ia masuk di menit 65 saat Java tertinggal 0–1, dan tiga menit kemudian sepak pojoknya disundul Gustavo untuk 1–1. Catatan penting: assist di Kalteng berasal dari bola mati (sepak pojok), bukan dari skema serangan. Dua laga ini juga dimainkan di menit-menit akhir, saat lawan mulai lelah, dan di Kalteng Java sedang mengejar gol.

Posisi rata-ratanya lebih tinggi dari semua starter Java sebelumnya

Posisi rata-rata adalah titik tengah dari semua sentuhan bola seorang pemain dalam satu laga, di lapangan sepanjang 120 dengan Java menyerang ke atas. Titik putih adalah starter Java di pekan 1–4 (sebelum Ciro datang), dirata-ratakan per pemain. Yang tertinggi adalah David Da Silva di 76,6. Di laga starter pertamanya melawan Persijap, posisi rata-rata Ciro ada di 83,6, lebih tinggi dari semua titik itu. Angka ini juga lebih tinggi dari posisi tertinggi starter Java di laga mana pun pada pekan 1–4 (82,1, Kaio Nunes di pekan 1). Musim lalu di Malut United rata-ratanya 79,0, jadi ini memang peran alaminya. Perlu dicatat, bentuk tim Java secara keseluruhan hampir tidak berubah (rata-rata pemain lapangan 57,5 sebelum dan 58,6 sesudah), jadi yang lebih tinggi adalah Ciro sendiri: ia menjadi titik tumpu terdepan, siap berlari di depan bola.

Saat Ciro di lapangan, Java menembak dua kali lebih sering

Kami membagi setiap tembakan Java musim ini menurut menitnya: saat Ciro berada di lapangan dan saat tidak. Dengan Ciro, Java melepaskan 31 tembakan dalam 133 menit, atau 21,0 per 90 menit. Tanpa dia, 59 tembakan dalam 497 menit, atau 10,7 per 90. Kualitas peluangnya juga naik: xG per 90 menit 3,36 dengan Ciro dan 1,17 tanpa dia, dan peluang besar (xG 0,3 atau lebih) tercipta 8 kali dalam 133 menit dibanding 5 kali dalam 497 menit. Konteksnya penting: dua dari tiga laganya hanya di menit-menit akhir, dan di Kalteng Java sedang tertinggal, situasi yang biasanya membuat tim mana pun menyerang lebih banyak. Baca angka ini sebagai sinyal awal, bukan kesimpulan.

Di Persijap, Java mencatat 19 tembakan, terbanyak musim ini

Laga starter pertamanya adalah laga paling menyerang Java musim ini: 19 tembakan, 11 tepat sasaran, dan xG 3,00. Ketiganya tertinggi Java di tujuh pekan pertama (sebelumnya paling banyak 16 tembakan, 6 tepat sasaran, dan xG 2,54). Ciro sendiri melepaskan 4 tembakan, keempatnya tepat sasaran, termasuk sundulan untuk golnya di menit 27 dengan xG 0,55. Meski begitu, laga ini berakhir 1–1, jadi peluang sebanyak itu belum berbuah kemenangan. Dalam tiga laga bersama Ciro, Java meraih 5 poin dan belum terkalahkan (M 3–2, S 1–1, S 1–1), dibanding 4 poin dari empat laga sebelumnya.

Di usia 37 tahun, Ciro Alves belum selesai

Super League musim ini penuh dengan winger berkualitas, dan Ciro datang ke Java United di usia 37 tahun, usia ketika banyak pemain sudah mulai menepi. Tiga laga pertamanya menunjukkan pemain yang masih bermain di posisi paling depan, masih menentukan laga dari bangku cadangan, dan masih membuat timnya menyerang lebih banyak. Ia belum selesai, dan masih ingin membuktikan bahwa dirinya salah satu winger terbaik di liga. Pertanyaannya sekarang: bisakah ia menjaga dampak ini saat menitnya bertambah?

Metode: dari mana angka-angka ini berasal

Semua angka berasal dari data event pertandingan Super League 2026/27 hingga 24 Oktober 2026 (pekan 1–7). "Ciro di lapangan" dihitung dari menit ia masuk (data pergantian pemain) hingga peluit akhir. Tembakan dibagi menurut menit tembakan, dan menit tanpa Ciro dihitung sebagai 7 × 90 dikurangi 133 menit (waktu tambahan tidak dihitung). Expected goals (xG) adalah peluang sebuah tembakan menjadi gol, dan peluang besar kami definisikan sebagai tembakan dengan xG 0,3 atau lebih. Posisi rata-rata memakai skala panjang lapangan 0–120, rata-rata tertimbang menit per pemain untuk starter Java di pekan 1–4 dengan minimal dua kali starter. Hasil selalu dibaca dari sisi Java. Data lari (kecepatan, sprint) untuk laga-laga ini belum tersedia, jadi kami tidak membuat klaim tentang kecepatannya. Dengan hanya 133 menit, baca semua angka di sini sebagai "sejauh musim ini". Foto: @cirooficial. MidBlock. Making football understandable.