Back to Blog
Team AnalysisJuly 1, 20262 min read

Data Behind Persib Hattrick Campaign

Tiga gelar juara beruntun memang terdengar luar biasa. Namun, ketika melihat datanya lebih dalam, dominasi Persib ternyata bahkan lebih mengesankan daripada yang terlihat di klasemen.

Part 1

Menguasai Pertandingan Sejak Kick-Off

Persib menjadi salah satu tim dengan penguasaan bola tertinggi di area pertahanan lawan sepanjang musim. Mereka tidak sekadar menyerang, tetapi mampu menjaga tekanan secara konsisten. Bahkan saat bermain tandang, Persib tetap mempertahankan penguasaan bola di atas rata-rata liga, memaksa lawan bertahan lebih lama dan tidak membiarkan atmosfer kandang mengubah jalannya pertandingan.

Part 2

Unggul dalam Menyerang, Kokoh Saat Bertahan

Scatter plot memperlihatkan perbedaan yang sangat jelas. Ketika mayoritas tim masih berkumpul di area tengah, Persib berdiri sendirian di pojok kanan atas. Artinya, mereka bukan hanya mampu menciptakan peluang lebih berkualitas dibanding tim lain, tetapi juga efektif meredam ancaman lawan sebelum berkembang menjadi peluang berbahaya.

Part 3

Andrew Jung, Finisher Paling Efisien di Liga

Andrew Jung tampil sebagai penyerang paling mematikan musim ini. Tidak ada striker lain yang mampu menyeimbangkan Shot on Target per 90 dan Goals per 90 sebaik dirinya. Keunggulan Jung bukan hanya terletak pada banyaknya peluang yang didapat, tetapi juga pada efisiensinya dalam mengonversi dominasi serangan Persib menjadi gol secara konsisten.

Part 4

Fondasi Permainan Dimulai dari Lini Belakang

Di balik dominasi Persib, Gustavo Franca Barba menjadi sosok penting dalam membangun permainan dari belakang. Berdasarkan analisis profil pemain, Barba memiliki kemiripan hingga 90% dengan archetype CB Ball Player, tertinggi di antara seluruh bek tengah di liga. Kemampuannya menjaga ketenangan saat menguasai bola serta kualitas distribusinya menjadi fondasi penting dalam permainan Persib sepanjang musim.

Part 5

Mental Juara Terlihat di Momen-Momen Krusial

Karakter juara Persib paling terlihat ketika menghadapi tekanan. Mereka finis di peringkat kedua untuk jumlah kemenangan setelah tertinggal, berada di posisi keempat untuk gol yang tercipta setelah menit ke-90, serta menjadi satu dari hanya dua tim dengan jumlah kesalahan yang berujung peluang lawan paling sedikit di liga.